Rupiah Makin Dekati Level Saat 1998, Ini Tanggapan Pemerintah

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kunjungan editor senior dari beberapa media terkemuka Australia serta perwakilan Kedutaan Besar Australia di Kantor Kemenko Perekonomian pada Senin (10/2). Kunjungan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman para editor media Australia terkait kebijakan ekonomi yang diambil oleh Pemerintah Indonesia serta memperkuat wawasan mengenai hubungan Indonesia dan Australia, khususnya pada sektor-sektor strategis yang menjadi fokus kerja sama kedua negara. (Dok Menko Perekonomian)

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada hari ini, yang mendekati level terendah sejak periode krisis pada 1998 tak membuat pemerintah Indonesia panik.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah tidak melihat pergerakan kurs secara harian.

“Ya kita kan monitor, bukan cuma daily,” kata Airlangga di kantornya, Jakarta, Selasa (25/3/2025)

Meski begitu, ia memastikan pemerintah akan terus menjaga fundamental ekonomi Indonesia terus kuat. Ini sebagai salah satu langkah untuk memperkuat kepercayaan pelaku pasar keuangan terhadap Indonesia.

Selain itu, ia menegaskan, pemerintah juga menyerahkan sepenuhnya tugas stabilisasi kurs kepada Bank Indonesia (BI).

“Tentu kita tetap jaga fundamental ekonomi kan kuat, terkait rupiah tentu kami percaya teman-teman di BI akan terus bekerja di situ,” tuturnya.

Sebagai informasi, rupiah sempat ambruk terhadap dolar AS pada 25 Maret 2025 pukul 09:32 WIB sebesar 0,54% di angka Rp16.640/US$, berdasarkan data Refinitiv.

Berdasarkan catatan tim riset CNBC Indonesia, posisi ini merupakan yang terparah sepanjang sejarah, bahkan melewati titik terendahnya pada intraday 23 Maret 2020 yang menyentuh posisi Rp16.620/US$.

Namun, leve intraday ini belum melewati posisi 1998 yang sempat menyentuh level Rp16.800/US$ di intraday 17 Juni.

https://sdsportstalk.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*